Lulusan SMAN 3 Jombang Sukses Wujudkan Impian Jadi Pramugari Saudia Airlines!!

Pendidikan 09 Aug 2026 16:14 6 min read 35 views By Bagas Raditya S,
Lulusan SMAN 3 Jombang Sukses Wujudkan Impian Jadi Pramugari Saudia Airlines!!
JOMBANG I Jombang Aktual – Perjalanan Ranitara Putri Zaeny, perempuan asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, dalam mewujudkan impian menjadi pramuga...

JOMBANG I Jombang Aktual – Perjalanan Ranitara Putri Zaeny, perempuan asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, dalam mewujudkan impian menjadi pramugari tidak diraih secara instan. Lulusan SMAN 3 Jombang tahun 2020 tersebut harus melewati berbagai pengalaman, kegagalan seleksi, hingga berpindah-pindah pekerjaan sebelum akhirnya berhasil menjadi pramugari Saudia Airlines di Arab Saudi.


Ranitara Putri Zaeny lahir pada tahun 2002 dan berasal dari Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 3 Jombang pada tahun 2020, ia memilih untuk menunda kuliah dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare.


Keputusan tersebut diambil di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang baru dimulai dan keadaan ekonomi keluarga yang sedang menurun. Dari Kampung Inggris, perjalanan Ranitara justru semakin berkembang. Beberapa bulan setelah belajar, ia dipercaya menjadi pengajar bahasa Inggris.


Tidak berhenti di sana, Ranitara juga mencoba berbagai peluang. Ia sempat mengikuti seleksi sekolah kedinasan, bekerja sebagai TikTok Specialist di Global MUN, serta beberapa kali mencoba seleksi pramugari di Indonesia.


Namun, perjuangan tersebut belum langsung membuahkan hasil. Seleksi sekolah kedinasan maupun seleksi pramugari yang diikutinya belum berhasil. Meski demikian, Ranitara memilih tidak menyerah dan menjadikan setiap kegagalan sebagai pengalaman untuk memperbaiki diri.


Pada tahun 2021, ia memutuskan pindah ke Surabaya karena melihat peluang pekerjaan yang lebih luas. Di Kota Pahlawan tersebut, Ranitara menjalani berbagai profesi, mulai dari model freelance, MC, content creator, hingga mengikuti sejumlah ajang pageant.


Salah satu pencapaian yang paling berkesan adalah ketika dirinya berhasil menjadi Juara 1 Putri Hutan Indonesia 2022. Dari pengalaman tersebut, ia mendapat kesempatan bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan sekaligus semakin terlatih berkomunikasi dan bertemu dengan berbagai karakter orang.


Perjalanan kariernya kembali berlanjut pada tahun 2023 ketika bergabung dengan Ethnic Indonesia sebagai TikTok Live Streamer. Di tempat tersebut, Ranitara banyak mempelajari budaya Indonesia, termasuk sejarah dan berbagai jenis keris serta senjata tradisional Nusantara.


Di tengah perjalanan karier tersebut, impian masa kecil untuk menjadi pramugari kembali muncul. Pada tahun 2024, Ranitara mencoba mengikuti seleksi Lion Group hingga tiga kali. Namun, hasilnya kembali belum sesuai harapan.


Hingga akhirnya, ia melihat informasi rekrutmen Saudia Airlines melalui Instagram. Kesempatan tersebut kemudian dicoba dengan penuh keberanian.


Karena proses rekrutmen berlangsung cukup panjang, Ranitara tidak ingin hanya menunggu. Sambil menunggu hasil seleksi, ia bekerja sebagai pramugari kereta di Reska Multi Usaha, anak perusahaan PT KAI.


Hingga akhirnya kabar yang ditunggu datang. Ranitara dinyatakan diterima sebagai pramugari Saudia Airlines dan kemudian berangkat ke Arab Saudi.


“Pernah. Total saya mencoba empat kali. Satu kali di tahun 2020, lalu tiga kali lagi di tahun 2024. Memang belum berhasil, tapi saya tidak pernah menganggapnya sebagai kegagalan. Justru dari setiap proses seleksi saya jadi tahu apa yang perlu saya perbaiki dan pelajari lagi,” ungkap Ranitara.


Menurutnya, persyaratan dasar menjadi pramugari di berbagai maskapai sebenarnya memiliki sejumlah kesamaan, seperti tinggi badan, kesehatan, kemampuan bahasa Inggris, dan kemampuan berkomunikasi. Namun, setiap maskapai memiliki standar serta proses seleksi yang berbeda.


Keputusan untuk bergabung dengan Saudia Airlines juga bukan karena sejak awal dirinya lebih memilih bekerja di luar negeri. Sebelumnya, ia justru sudah beberapa kali mencoba menjadi pramugari di Indonesia.


“Kadang kesempatan terbaik memang datang dari tempat yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Saya sendiri baru menyadari itu setelah memberanikan diri mencoba ikut seleksi Saudia,” tuturnya.


Untuk proses rekrutmen, Ranitara mengungkapkan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp5 juta karena seluruh tahapan seleksi dilakukan di Jakarta dan mengharuskannya bolak-balik Surabaya-Jakarta sekitar enam kali menggunakan kereta.


Setelah dinyatakan lolos, ia menyiapkan kebutuhan untuk keberangkatan ke Arab Saudi, mulai dari pakaian, perlengkapan pribadi, hingga bumbu instan dari Indonesia yang menghabiskan sekitar Rp3 juta. Selain itu, ia membawa uang sekitar Rp5 juta sebagai persiapan kebutuhan pribadi pada bulan pertama.


Dengan demikian, total modal yang disiapkan Ranitara hingga akhirnya berangkat ke Arab Saudi kurang lebih mencapai Rp13 juta.


Menariknya, setelah bekerja di Saudia Airlines, perusahaan telah menyediakan tempat tinggal bagi para pramugari. Ranitara kini tinggal di Saudia City Compound, Jeddah, sebuah kompleks yang diperuntukkan bagi karyawan Saudia Airlines, khususnya pramugari yang berasal dari luar Arab Saudi.


Fasilitas tempat tinggal tersebut juga cukup lengkap. Kebutuhan seperti listrik, air, ART, driver hingga maintenance telah ditanggung perusahaan.


Dalam menjalankan pekerjaannya, Ranitara menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris dalam keseharian. Ia juga mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Melayu. Karena penumpang Saudia Airlines berasal dari berbagai negara, ia kini juga mempelajari beberapa bahasa lain, seperti Arab, Prancis, Mandarin, Hindi, Urdu, dan Bengali.


Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu hal penting karena lingkungan kerja Saudia Airlines sangat internasional. Kru penerbangan berasal dari berbagai negara sehingga bahasa Inggris lebih sering digunakan dalam pekerjaan.


Dari sisi penghasilan, Ranitara menjelaskan bahwa pendapatannya mengalami peningkatan sejak masa training hingga menjadi pramugari resmi. Besarnya penghasilan saat ini mengikuti jam terbang dan jumlah layover setiap bulan.


Ia menyebut rata-rata penghasilannya minimal berada di kisaran Rp35 juta per bulan, namun jumlah tersebut dapat lebih tinggi ketika jadwal penerbangan sedang padat.


Ranitara sendiri telah menjalani profesi sebagai pramugari Saudia Airlines selama sekitar satu setengah tahun. Meski belum terlalu lama, ia mengaku telah mendapatkan banyak pengalaman baru.


Bekerja di lingkungan internasional membuatnya harus beradaptasi dengan berbagai budaya, bahasa, kebiasaan, hingga karakter orang dari berbagai negara. Tantangan lainnya adalah ritme kerja yang berubah-ubah, perbedaan waktu, waktu tidur yang tidak menentu, serta penerbangan jarak jauh.


Namun, berbagai tantangan tersebut justru membuatnya menjadi pribadi yang lebih mandiri, fleksibel dan mampu beradaptasi dengan situasi baru.


Bagi Ranitara, keuntungan terbesar dari pekerjaannya bukan hanya mengenai penghasilan. Ia merasa sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja bersama orang-orang dari berbagai negara serta mengunjungi sejumlah negara.


Ketertarikannya terhadap sejarah dan geografi membuat setiap kesempatan layover menjadi pengalaman berharga. Tempat-tempat yang sebelumnya hanya ia lihat melalui buku, internet maupun media sosial kini bisa dilihat secara langsung.


Meski telah tinggal dan bekerja di Arab Saudi, Ranitara tetap memiliki kesempatan untuk pulang ke Indonesia. Ia dapat memanfaatkan jatah libur bulanan, meskipun tidak selalu digunakan untuk pulang ke Jombang.


Biasanya ia memilih pulang saat mendapatkan annual leave atau cuti selama satu bulan penuh yang diberikan satu kali dalam setahun. Ketika rasa rindu kepada keluarga sangat kuat, ia juga terkadang pulang sekitar empat bulan sekali dengan menggabungkan jatah libur.


Namun karena perjalanan dari Jeddah menuju Indonesia cukup panjang, waktu yang benar-benar bisa digunakan untuk berada di Jombang terkadang hanya sekitar dua hingga tiga hari.


Sebelum sukses menjadi pramugari, Ranitara juga dikenal sebagai sosok yang aktif sejak duduk di bangku SMA. Berbagai kegiatan organisasi, kepemudaan, pageant hingga lomba baca puisi pernah diikutinya.


Sejumlah prestasi berhasil diraih, di antaranya Juara 1 Duta Pemuda Jombang 2019, Juara 1 Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas 2019, Wakil 1 Duta Anak Kabupaten Jombang 2018, Juara 1 Puteri Batik Sekarjati 2018, serta 2nd Runner Up Puteri Pendidikan Remaja 2020.


Selain itu, ia juga pernah mengikuti FLS2N cabang baca puisi dan berhasil meraih Juara 2 tingkat Kabupaten Jombang saat duduk di kelas 11.


Berbagai pengalaman sejak remaja tersebut kini menjadi bekal penting dalam menjalani profesinya sebagai pramugari. Kebiasaannya bertemu orang baru, berbicara di depan umum, berorganisasi dan berani mencoba berbagai hal menjadi modal berharga ketika harus bekerja di lingkungan penerbangan internasional.


Kisah Ranitara menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan lurus. Kegagalan dalam seleksi bukan akhir dari sebuah impian, melainkan dapat menjadi pengalaman untuk terus memperbaiki diri.


Dari Jombang, mencoba berbagai profesi di Surabaya, hingga akhirnya berkarier di Arab Saudi, Ranitara membuktikan bahwa kesempatan bisa datang dari arah yang tidak pernah disangka sebelumnya. Yang terpenting adalah keberanian untuk terus mencoba dan tidak berhenti belajar.

Share berita ini

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Jombang Aktual